8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta

Tuesday, 13 October 2020

Berada di Kawasan Wisata Kota Tua membuat kita seperti kembali ke masa lampau. Bangunan-bangunan yang berada di wilayah ini sudah menjadi cagar budaya sehingga seperti membawa kita kembali ke masa Batavia dulu. Selain terdapat banyak spot foto karena arsitektur bangunannya, terdapat juga beberapa museum yang juga bisa digunakan untuk berwisata sejarah saat berada di kawasan ini.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Sejarah Jakarta

Kawasan Wisata Kota Tua, yang dapat dikatakan sebagai salah satu kawasan wisata yang ramah dengan dompet. Untuk menuju kawasan ini pun sangat mudah, dapat digunakan menggunakan KRL Communter Line atau dengan bus Transjakarta.

Terdapat beberapa lokasi yang dapat dikunjungi untuk melakukan wisata sejarah di Kawasan Wisata Kota Tua:

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dapat dikatakan sebagai ikon dari Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, museum ini lebih dikenal dengan nama Museum Fatahilah. Bangunan ini dibangun pada tahun 1707-1712 yang arsitekturnya menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam dan difungsikan sebagai balai kota Batavia. Pembangunan dilakukan atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Sejarah Jakarta (sumber: wikimedia.com)

Meriam Sijagur merupakan salah satu koleksi yang menjadi ikon museum ini, yang merupakan meriam peninggalan masa penjajahan Belanda. Koleksi-koleksi sejarah lainnya di museum ini terdapat di berbagai ruangan seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia. Selain itu, di Museum ini juga terdapat ruang penjara bawah tanah yang dahulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Museum Wayang

Gedung yang tampak unik dan menarik ini telah beberapa kali mengalami perombakan setelah dibangun pertama kali pada tahun 1640 hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Wayang (sumber: ensiklopediaindonesia.com)

Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dan boneka dari seluruh dunia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan lain. Hingga kini Museum Wayang mengkoleksi lebih dari 4.000 buah wayang dan boneka.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Gedung ini awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia) pada tahun 1870. Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, gedung ini dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Seni Rupa dan Keramik (sumber: jakarta-tourism.go.id)

Pada tahun 1972, gedung dengan delapan tiang besar di bagian depan itu dijadikan bangunan bersejarah serta cagar budaya yang dilindungi dan pada 1990 bangunan itu akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Pada awalnya, nama yang digunakan untuk gedung ini adalah Balai Seni Rupa dan Keramik yang kemudian berubah menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Ada sekitar 500 karya seni berupa patung, grafis, sketsa dan batik tulis ada di museum ini. Beberapa koleksi unggulan di museum tersebut seperti karya sang maestro Affandi 'Potret Diri'. Juga ada lukisan Raden Saleh 'Bupati Cianjur' dan karya Hendra Gunawan 'Pengantin Revolusi'.

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Bank Indonesia (sumber: bi.go.id)

Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat.

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multimedia sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia

Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri pada awalnya merupakan gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. NHM dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Bank Mandiri (sumber: kemdikbud.go.id)

Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan "tempo doeloe" dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain.

Koleksi perlengkapan operasional bank "tempo doeloe" yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertifikat deposito, cek, obligasi, dan saham. Di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture museum ini masih asli seperti ketika didirikan.

Museum Bahari

Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini merupakan gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Museum Bahari (sumber: iheritage.id)

Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada tahun 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.

Menara Syahbandar

Menara Syahbandar (Uitkijk) dibangun sekitar tahun 1839 yang berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor "pabean" yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa.

Menara Syahbandar (sumber: travel.detik.com)

Bertambahnya usia bangunan hingga saat ini kurang lebih 180 tahun, membuat bangunan setinggi 12 meter dengan ukuran 4x8 meter ini, secara perlahan menjadi miring sehingga kerap disebut "Menara Miring". Menara ini juga sering disebut "Menara Goyang" karena menara ini terasa bergoyang ketika mobil melewati sekitarnya.

Sebagai bekas benteng, di lantai bawah masih terdapat ruang bawah tanah untuk perlindungan dan pintu terowongan bisa tembus hingga Museum Sejarah Jakarta bahkan kemungkinan hingga Masjid Istiqlal karena dulu pernah ada Benteng Frederik Hendrik. Saat ini pintu menuju terowongan sudah ditutup, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Kalapa telah dikenal semenjak abad ke-12 dan kala itu merupakan pelabuhan terpenting kerajaan Pajajaran. Kemudian pada masa masuknya Islam dan para penjajah Eropa, Pelabuhan Kalapa diperebutkan antara kerajaan-kerajaan Nusantara dan Eropa. Akhirnya Belanda berhasil menguasainya cukup lama sampai lebih dari 300 tahun.

8 Lokasi Berwisata Sejarah Bersama Keluarga di Kota Tua Jakarta
Pelabuhan Sunda Kelapa (sumber: portonews.com)

Pada saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. Letaknya tidak jauh dari Museum Bahari dan Menara Syahbandar. Di sebelah selatan pelabuhan ini terdapat pula Galangan Kapal VOC dan gedung-gedung VOC yang telah direnovasi.


Share this Article

/uploads/user/avatar/7/bebas-square-3.jpg

Bebas Aja

Bebas Aja selalu berusaha menghadirkan bacaan ringan yang memberikan informasi dan rekomendasi mengenai tempat wisata, kuliner, gaya hidup, event, dan hal lainnya yang menarik


NEWSLETTER

Dapatkan inspirasi seputar travel, kuliner dan lain lain di BEBASAJA.